Misteri segitiga bermuda

Misteri Segitiga Bermuda Telah Terpecahkan?

Segitiga Bermuda via dictionary.com

Segitiga Bermuda, sebuah sebutan tak resmi yang merujuk ke sebuah wilayah perairan di Samudra Atlantik yang berbatasan dengan Miami, Bermuda dan Puerto Rico. Segitiga Bermuda menjadi tempat lahirnya berbagai mitos aneh dan teori konspirasi yang tak ada habisnya, dan hal ini bukanlah tanpa alasan.

Karena faktanya, sudah ada puluhan kapal laut dan pesawat terbang yang hilang di wilayah ini. Ratusan nyawa pun telah tewas karenanya, dan semua insiden tersebut terjadi tanpa sebab yang pasti.

Lantas beredar rumor aneh yang menyebutkan bahwa Segitiga Bermuda sebenarnya adalah tempat persembunyian alien, awan heksagonal atau sebuah piramida bawah laut yang misterius.


Rumor hanyalah rumor

Tentunya teori-teori di atas hanyalah rumor belaka. Pasalnya, kebanyakan kasus kapal laut dan pesawat yang menghilang di daerah ini terjadi karena mereka melewati jalur atau rute yang jarang dilalui transportasi lain. Dan malah, banyak kok masyarakat yang menavigasi wilayah Segitiga Bermuda setiap hari tanpa ada kecelakaan – jika mereka menggunakan rute transportasi yang biasa dipakai.

Dan baru-baru ini, dilansir dari Daily Mail, para peneliti dari University of Southampton menyingkap misteri dibalik kasus kapal dan pesawat yang hilang di Bermuda. Hilangnya kapal dan pesawat secara misterius di Bermuda bisa jadi disebabkan oleh fenomena alam ombak ganas, yang ketinggiannya dapat mencapai 100 kaki atau 30,5 meter.

Ombak ganas yang disebut dengan rouge waves ini sangat kuat dan berbahaya, dibandingkan ombak-ombak besar biasa. Peneliti sering menyebut  rouge waves dengan istilah ombak badai ekstrem.

Untuk melakukan pengujian, tim peneliti melakukan simulasi rouge waves. Peneliti juga membangun model kapal USS Cyclops, sebuah kapal besar yang menghilang bersama dengan 300 penumpangnya di Segitiga Bermuda pada tahun 1918. Cyclops dan jejak para penumpangnya tak pernah ditemukan hingga kini.

Model kapal ini khususnya memiliki bagian dasar yang rata, dan saat peneliti melakukan simulasi, model USS Cyclops tak lama langsung diterjang air.

Mengapa perairan Segitiga Bermuda sering dilanda ombak besar?

Dr. Simon Boxall, peneliti kelautan dan Bumi, berkata bahwa area Segitiga Bermuda dapat menjadi tempat berkumpulnya tiga badai masif yang datang dari tiga arah berbeda: Dari selatan, utara dan dari Florida.

Kondisi ini lantas memicu timbulnya rouge wave, yang keganasannya dapat dengan mudah memecah belah kapal.

Human error juga menjadi pemicu kasus hilangnya kapal dan pesawat

Peneliti Australia sebelumnya sudah sering menyebutkan alasan ini, termasuk Penjaga Pantai di AS dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang selama bertahun-tahun menekankan bahwa human error adalah salah satu faktor krusial.

Contohnya adalah kasus hilangnya lima pesawat AS TBM Avenger Torpedo Bomber dari Penerbangan 19 di tahun 1945, di mana kapal pencari yang saat itu hendak melakukan upaya penyelamatan juga ikut menghilang.

Saat kasus ini ditelaah, ternyata didapati sebuah transkrip radio yang memperlihatkan, bahwa beberapa pilot junior merekomendasikan pesawat untuk terbang ke barat. Namun pilot pesawat Letnan Charles Taylor malah menerbangkan pesawat ke timur.

Dan kapal pencari ternyata bukannya menghilang, tapi meledak.

Alih-alih sebuah wilayah supernatural yang mengancam keselamatan manusia, Segitiga Bermuda sebenarnya sama saja seperti wilayah perairan lainnya di dunia. Melihat dari catatan kasus hilangnya kapal dan pesawat di Bermuda, jumlah terjadinya (jika dilihat dari persentase kejadian) sama saja dengan frekuensi kasus serupa yang terjadi di belahan dunia lain

Segitiga Bermuda bukanlah area berbahaya seperti yang dirumorkan

AS sendiri tidak mengakui eksistensi wilayah mistis Segitiga Bermuda, yang berbahaya bagi kapal maupun pesawat terbang. Selama catatan kasus menghilangnya kapal dan pesawat di wilayah ini, selalu ada indikasi yang memperlihatkan penyebab fisik, bukan sesuatu yang lain.

Menurut NOAA, laut selalu menjadi tempat yang misterius bagi manusia. Ketika cuaca atau navigasi yang buruk terlibat, maka laut bisa menjadi tempat yang mematikan, di mana pun laut tersebut berada. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kecanduan game pada anak

Pelaku Bisnis Online